Notion tiba-tiba jadi lemot? Scroll bikin pusing, ketik aja delay beberapa detik? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak user—baik mahasiswa, freelancer, maupun tim startup—pernah ngalamin momen di mana Notion yang tadinya lancar jaya tiba-tiba kayak jalanan macet total. Setelah nyobain banyak setup dan troubleshooting, aku bakal bagi penyebab utamanya plus solusi yang beneran work, bukan cuma “clear cache” aja.

Kenapa Notion Bisa Lambat? Ini Penyebab Utamanya

Sebelum panik, pahami dulu: Notion itu web-based app. Performanya tergantung tiga hal besar: device kamu, koneksi internet, dan kompleksitas konten. Masalahnya, Notion nggak punya native desktop app yang “ringan”—yang kamu install itu basically browser dalam browser (Electron). Jadi, kalau kamu buka Notion di laptop tua dengan RAM 4GB, ya jelas expect a struggle.

Seseorang duduk di kafe, menatap laptop dengan ekspresi frustrasi

Penyebab paling umum sebenarnya bukan server Notion yang down, tapi overloading di sisi kita sendiri. Aku pernah punya workspace dengan 50+ halaman, masing-masing isinya ratusan blok teks, embed Miro, Figma, dan gambar full-res. Hasilnya? Buka halaman aja butuh 8-10 detik. Notion harus load semua block relationship, preview embed, dan sync status—semua sekaligus. Bayangin aja buka 100 tab Chrome sekali click.

Spesifik: Ini Detail Masalahnya

1. Terlalu Banyak Blok dalam Satu Halaman

Notion punya limit teknis: 10.000 blocks per halaman. Tapi, bahkan di bawah 1.000 blok, kalau kamu pake banyak database view (table, board, calendar) yang saling terhubung, render time bisa jadi lambat. Setiap blok itu punya metadata, sync status, dan relation yang harus di-check real-time.

2. Gambar & File Besar Tanpa Kompresi

Upload screenshot 4K langsung dari Mac? Atau scan PDF 50MB? Notion nggak auto-kompres file kayak Google Drive. File besar ini di-load full di memory browser, jadi ya nggak heran kalau scrolling jadi ngelag.

p>3. Database “Nesting” yang Kompleks

Database A yang lookup ke Database B, yang rollup ke Database C, yang di-filter 10 kriteria berbeda—ini bikin query time jadi panjang. Notion harus calculate semua relationship setiap kali halaman di-load. Aku pernah lihat workspace startup yang punya 15+ database saling terkait, buka halaman timeline butuh 12 detik.

Baca juga:  Aplikasi Jurnal Harian (Digital Diary) Terbaik Untuk Menjaga Kesehatan Mental

4. Browser & Cache yang Kotor

Kalau kamu jarang clear cache atau pake extension ad-blocker yang agresif, bisa jadi conflict. Notion pake service worker buat offline sync, dan kadang cache-nya malah jadi corrupted.

Cara Diagnosis: Cek Dulu Mana yang Bikin Lemot

Jangan langsung uninstall. Ikuti step ini buat pinpoint masalahnya:

  1. Buka Notion di Incognito Mode: Ini nge-disable semua extension. Kalau jadi lebih cepat, berarti salah satu plugin yang bermasalah.
  2. Coba di Device Lain: Buka workspace yang sama di HP atau laptop teman. Kalau di situ lancar, berarti device kamu yang perlu upgrade.
  3. Test Halaman Sederhana: Buat halaman baru kosongan, cuma isi teks “test”. Kalau ini aja lambat, ya masalahnya di network atau server Notion.
  4. Check Notion Status Page: Kunjungi status.notion.so. Kalau ada incident, ya tunggu aja, bukan salah kamu.

Pro Tip: Buka Developer Tools di Chrome (F12), tab Network, terus reload Notion. Cek “DOMContentLoaded” time. Kalau di atas 3 detik, ada yang salah dengan konten kamu. Kalau di bawah 1 detik tapi tetap lambat, masalahnya di render/CPU.

Solusi Praktis yang Bisa Langsung Dicoba

Nah, setelah tau penyebabnya, ini fix-nya dari yang paling gampang ke yang agak teknis.

Quick Fix (5 Menit)

Clear Cache & Hard Reload: Di Chrome, Ctrl+Shift+R (Windows) atau Cmd+Shift+R (Mac). Ini force-clear cache Notion tanpa hapus data lain. Bisa juga go to Settings > Privacy > Clear browsing data > Cached images and files (jangan centang cookies, nanti logout semua).

Matikan Extension yang Nggak Perlu: Disable ad-blocker (uBlock Origin, AdGuard) buat notion.so. Juga matikan extension VPN yang aktif di browser. Aku pernah ngalamin Notion jadi 2x lebih cepat cuma dengan disable satu extension.

Ganti Browser: Safari di Mac biasanya lebih optimal untuk Notion dibanding Chrome (lebih hemat RAM). Atau coba Edge—ya, Edge itu lebih ringan daripada Chrome sekarang.

Optimasi Konten (30 Menit)

Split Halaman yang Terlalu Besar: Jangan taro semua di satu halaman. Aku biasanya pake “Master Page” dengan linked database yang view-nya di-filter. Contoh: bukan satu halaman “Project” dengan 500 task, tapi pecah jadi “Project – Q1”, “Project – Q2”.

Kompres Gambar Sebelum Upload: Pake TinyPNG atau ImageOptim. Target ukuran di bawah 200KB per gambar. Untuk screenshot, cukup 1080p, jangan 4K. Bedanya nggak keliatan di layar laptop, tapi performa beda jauh.

Limit Database View: Database yang di-load di halaman cuma butuh satu view yang relevan. Jangan taro Table View + Board View + Calendar View + Gallery View semua di halaman yang sama. Notion harus load semua query sekaligus. Pake toggle buat sembunyikan view yang nggak dipakai.

Baca juga:  Review Notion Bahasa Indonesia: Fitur, Harga, Dan Alasan Kenapa Pemula Sering Pusing

Reduce Relation & Rollup: Review database kamu. Kalau ada relation yang nggak perlu, hapus. Rollup yang nggak kepake? Hapus. Ini bikin query time turun drastis. Aku pernah ngurangi 8 detik jadi 2 detik cuma dengan hapus 3 rollup yang redundant.

Settings & Hardware

Matikan “Full-Content Search” di Database: Di setiap database, ada option “Search” di menu titik tiga. Kalau database kamu besar, matikan ini. Notion nggak perlu index full content setiap kali.

Tambah RAM atau Pakai SSD: Kalau laptop masih HDD, migrasi ke SSD itu investasi terbaik. Notion butuh fast I/O buat read/write cache. RAM 8GB itu minimum nyaman, 16GB ideal.

Warning: Jangan buru-buru beli laptop baru. 70% kasus Notion lambat bisa di-fix dengan optimasi konten, bukan upgrade hardware.

Tips Jangka Panjang Agar Notion Tetap Cepat

Sekarang udah lancar, tapi nggak mau balik lagi ke masa-masa lemot? Ini ritualnya:

  • Weekly Archive: Setiap Jumat, pindah halaman yang udah selesai ke database “Archive”. Ini nggak cuma bersihin workspace, tapi juga ngurangi beban sync.
  • Template dengan Sederhana: Kalo bikin template, jangan include gambar besar. Pake placeholder text aja. Gambar bisa di-add manual setelah halaman dibuat.
  • Limit Workspace Size: Notion gratis punya limit block. Tapi, yang berbayar juga perlu mindful. Aku rekomendasikan max 5.000 blocks per halaman untuk performa optimal. Lebih dari itu, split.
  • Pake Offline Mode dengan Bijak: Notion punya fitur “Always keep offline” di mobile. Hanya aktifin untuk halaman kritis. Kalau semua halaman di-offline-in, sync-nya jadi berat.

Kapan Harus Pindah dari Notion?

Sejujurnya, Notion nggak untuk semua orang. Kalau kamu udah coba semua solusi di atas tapi tetap lambat, mungkin ini tanda kamu outgrow Notion.

Pertimbangkan pindah kalau:

  • Kamu punya tim >50 orang dengan database super kompleks (coba ClickUp atau Asana)
  • Butuh real-time collaboration tanpa delay (Notion syncnya masih 2-5 detik delay)
  • Workspace >100.000 blocks dan performa nggak acceptable (coba Obsidian untuk personal knowledge management)

Tapi, kalau kamu cuma butuh note-taking sederhana, coba Appflowy atau Anytype—mereka open-source dan punya native app lebih ringan. Aku pribadi masih di Notion karena flexibility-nya, tapi udah apply semua best practice di atas. Hasilnya? Buka halaman rata-rata 1-2 detik, bahkan di HP.

Intinya: Notion lambat biasanya bukan salah Notion-nya, tapi cara kita pake yang nggak optimal. Dengan sedikit “declutter” dan setup yang lebih mindful, kamu bisa balik ke pengalaman smooth kayak dulu lagi. Sekarang, coba clear cache dulu, terus report back ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Kelemahan Evernote Yang Jarang Dibahas: Kenapa Saya Pindah Ke Obsidian?

8 tahun. Segitu lama waktu yang saya habiskan bersama Evernote. Dari jadi…

Review Notion Bahasa Indonesia: Fitur, Harga, Dan Alasan Kenapa Pemula Sering Pusing

Notion itu seperti Lego digital—seru tapi bikin pusing kalau nggak ada manualnya.…

Review Bear App: Aplikasi Catatan Estetik Khusus Pengguna Apple (iPhone & Mac)

Beberapa tahun terakhir ini, saya mencoba belasan—kalau bukan puluhan—aplikasi catatan. Dari yang…

Goodnotes 6 Vs Notability: Mana Aplikasi Catatan Ipad Terbaik Tahun Ini?

Milih aplikasi catatan di iPad itu kayak milih sepatu lari—yang keren belum…