Sebagai pemilik UMKM, ngeliat tim kecil yang tiba-tiba kewalahan dengan tugas, deadline, dan komunikasi yang berantakan itu bikin kepala pusing. Budget terbatas, waktu lebih terbatas lagi, tapi butuh solusi yang beneran nggak cuma bikin keren di mata klien doang. Dua nama yang sering muncul: Asana dan Monday.com. Keduanya populer, tapi mana yang actually cocok untuk bisnis skala UMKM? Saya sudah pakai keduanya untuk klien, dan ini perbandingan jujur tanpa filter.
Kenalan Cepat: Siapa Mereka?
Asana lahir dari filosofi sederhana: bikin daftar tugas yang bisa ngikutin alur kerja kompleks tapi tetap enak dipandang. Monday.com? Mereka lebih visual, tampilannya kayak spreadsheet yang di-minimalis dan di-kasih warna-warni ceria. Keduanya punya misi yang sama: bantu tim kerja lebih terstruktur. Cara mereka melakukannya? Beda.
Kalau Asana itu seperti asisten pribadi yang rapi dan taat aturan, Monday.com lebih seperti whiteboard interaktif yang bikin brainstorming jadi lebih seru. Pilihannya tergantung gaya kerja tim kamu.
Perbandingan Nyata untuk UMKM
1. Harga & Value for Money
Ini yang paling krusial. UMKM nggak punya duit buang-buang untuk fitur yang nggak kepakai.
Asana: Versi gratisnya lumayan murah hati. Bisa untuk 15 orang, task, project, dan unlimited messages. Bayar $10.99/user/bulan (annual) kalau mau timeline view, advanced search, dan form custom. Cukup untuk tim 5-10 orang.
Monday.com: Free plan-nya cuma untuk 2 orang. Itu artinya kamu harus upgrade kalau punya tim lebih dari 2 orang. Plan dasar dimulai dari $8/user/bulan, tapi ada batasan item (500 item). Plan Standard yang make sense baru di $10/user/bulan.
Untuk UMKM dengan tim 5-15 orang, Asana gratis sudah cukup untuk start. Monday.com butuh budget dari hari pertama, tapi visualisasinya bisa jadi investasi komunikasi yang worth it.
2. Kemudahan Penggunaan & Learning Curve
Tim UMKM itu sibuk. Nggak ada waktu buat training berjam-jam.
Asana butuh 1-2 hari untuk terbiasa. Butuh disiplin buat selalu update status tugas. Banyak tim yang akhirnya cuma pakai untuk list doang dan nggak pakai fitur advanced-nya. Sayang.
Monday.com lebih intuitif untuk pemula. Drag-and-drop, klik icon, langsung paham. Tapi justru kadang terlalu banyak opsi visual yang bikin bingung: mau pake Kanban, Timeline, Calendar, Map, atau Chart? Overwhelming kalau nggak ada SOP jelas.
Real talk: Kalau tim kamu teknis dan terbiasa dengan struktur, Asana lebih cepat diadopsi. Kalau tim kamu lebih banyak visual learner dan butuh “gambaran besar” secara instan, Monday.com menang.
3. Fitur yang Beneran Dipakai UMKM
Jangan terjebak fitur enterprise. Ini yang UMKM butuhkan:
- Task & Subtask: Keduanya bagus. Asana lebih dalam untuk nesting subtask. Monday.com lebih flat tapi lebih visual.
- Template: Asana punya ribuan template gratis. Monday.com punya, tapi lebih sedikit dan banyak yang premium.
- Automation: Asana gratis nggak ada. Monday.com di plan berbayar punya 250 actions/bulan di plan Standard. Ini game-changer buat UMKM yang ingin otomasi reminder atau status update.
- Client Collaboration: Asana bisa invite guest gratis. Monday.com butuh paid plan untuk guest yang lebih fleksibel.
- Time Tracking: Asana butuh integrasi (Clockify, dll). Monday.com punya built-in di plan Pro ($16/user/bulan).
Untuk UMKM yang sering kerjasama dengan klien atau freelancer, Asana lebih murah. Tapi kalau butuh otomasi sederhana untuk ngurangi manual task, Monday.com lebih unggul.
4. Skalabilitas: Sampai Mana Bisa Tumbuh?
Bayangkan 2 tahun lagi timmu jadi 30 orang. Tool-nya masih kuat?
Asana skalanya lebih baik untuk struktur hierarkis. Bisa bikin team, department, dan portfolio. Tapi semakin besar, semakin butuh admin yang disiplin. Bisa jadi “rumit” kalau nggak dirawat.
Monday.com skalanya horizontal. Tambah board, tambah view, tambah automation. Tapi performa bisa lambat kalau board-nya terlalu banyak item (ribuan). Dan cost-nya naik signifikan per user.
Contoh konkret: Klien saya yang agency kreatif (15 orang) pakai Asana dari 5 orang sampai sekarang, masih lancar. Klien e-commerce (10 orang) pakai Monday.com dan mulai pelan-pelan pindah ke plan Enterprise karena board-nya overload.
5. Integrasi & Ekosistem
UMKM pakai banyak tools murah: WhatsApp, Google Workspace, Shopify, TikTok Shop, dll.
Asana integrasinya lebih dari 200+, termasuk Zapier (penting!). Monday.com juga banyak, tapi kadang integrasi deep-nya butuh plan lebih tinggi.
Tips praktis: Kalau kamu pakai Google Workspace banyak (Gmail, Drive, Calendar), Asana integrasinya lebih seamless. Kalau kamu pakai CRM atau sales pipeline, Monday.com punya native integration yang lebih kuat.
6. Support & Community
Asana punya community forum yang sangat aktif. Jawaban masalah biasanya sudah ada di sana. Monday.com punya support chat yang responsif, tapi knowledge base-nya lebih tertutup.
Untuk UMKM yang suka DIY dan cari solusi sendiri, Asana lebih baik. Kalau butuh hand-holding dari support, Monday.com lebih nyaman.
Kapan Pilih Asana?
- Tim kamu 5-15 orang dan budget sangat ketat (pakai gratis dulu).
- Banyak kerjasama dengan klien, vendor, atau freelancer eksternal.
- Butuh struktur project yang dalam (task dalam task dalam task).
- Tim sudah terbiasa dengan tools teknis (Google Workspace, Slack).
- Prioritaskan template gratis dan community support.
Kapan Pilih Monday.com?
- Tim kamu visual dan butuh “one glance” status.
- Siap bayar dari awal untuk otomasi dan visualisasi.
- Butuh sales pipeline atau CRM sederhana built-in.
- Tim kecil (2-5 orang) tapi akan tumbuh cepat.
- Butuh approval workflow dan status update otomatis.
Rekomendasi Spesifik Berdasarkan Tipe UMKM
Agency Kreatif/Desain: Asana. Lebih baik untuk feedback loop klien dan revisi tugas.
E-commerce/Retail: Monday.com. Visualisasi inventory, order tracking, dan automation status pesanan lebih powerful.
Jasa Profesional (legal, konsultasi): Asana. Task management untuk client project lebih terstruktur.
Startup Tech/Product: Monday.com. Roadmap visual dan sprint planning lebih intuitive untuk non-technical stakeholder.
F&B/Retail Offline: Monday.com (plan dasar). Jadwal shift, inventory, dan checklist harian lebih enak dilihat di board visual.
Kesimpulan Tanpa Basa-Basi
UMKM harus pilih Asana kalau prioritasnya adalah cost-efficiency dan kolaborasi eksternal. Gratisnya cukup untuk start, dan upgrade-nya masih masuk akal. Tapi butuh disiplin tim untuk maintain struktur.
Pilih Monday.com kalau kamu mau investasi awal untuk mengurangi manual work lewat otomasi dan visualisasi. Cost per user lebih tinggi, tapi return-nya bisa lebih cepat terasa dalam efisiensi operasional.
Rule of thumb: Mulai dari Asana gratis. Pakai 3 bulan. Kalau tim komplain “kurang visual” atau kamu butuh otomasi urgent, pindah ke Monday.com plan Standard. Jangan overthink. Yang penting tim pakai konsisten, bukan tool yang paling keren.
Tool hanya 20%, eksekusi tim 80%. Pilih yang paling cocok dengan kultur, bukan yang paling banyak fitur. Selamat mencoba!




