Milih aplikasi catatan di iPad itu kayak milih sepatu lari—yang keren belum tentu cocok di kaki lu. GoodNotes 6 dan Notability? Dua raksasa yang bikin bingung banget. Gue sendiri sempet pake keduanya bertahun-tahun untuk ngelola project, nggambar UI, sampai ngerjain PR anak. Jadi tenang, ini bukan review asal-asalan dari orang yang coba 5 menit.
Intinya, kalau lu butuh organisasi super rapi dan suka mikro-managemen file, GoodNotes 6 jawabannya. Tapi kalau lu lebih ke rekaman audio + ngetik cepat, Notability masih juaranya. Beda filosofi, beda rasa sakitnya.
Writing Feel: Mana yang Paling “Kertas Nyata”?
Notability punya latency sekitar 21ms, sedangkan GoodNotes 6 di angka 23ms. Beda 2 milidetik doang, tapi di tangan lu yang nulis marathon 3 jam, itu kerasa. Notability lebih responsif, apalagi pake Apple Pencil 2. Palm rejection-nya juga sedikit lebih agresif—gue jarang banget tangan kiri ke-delete halaman gara-gara nyentuh layar.
GoodNotes 6? Latency-nya sedikit lebih lambat, tapi stabil. Gak pernah crash pas lagi nggambar detail arsitektur aplikasi. Brush-nya lebih bervariasi: fountain pen yang bener-bener bikin efek tebal-tipis, ballpen yang presisi, dan highlighter yang gak numpuk tinta. Highlighter di Notability malah agak “glossy”, bikin tulisan di bawahnya sedikit susah dibaca.

Sistem Folder: Digital Binder vs Stack of Paper
Ini yang bikin gue pindah-pindah. GoodNotes 6 punya nested folders tanpa batas. Bisa bikin: Work > Project X > Meeting Notes > 2024 > January. Rapi, terstruktur, dan gak pernah lost file. Pencariannya juga instant, meski punya 500+ notebook.
Notability? Struktur Subject > Divider > Note. Cuma satu level. Kalau lu punya 100+ mata kuliah dengan sub-bab, ini bakal jadi nightmare. Gue pernah nyari catatan “Machine Learning Week 7” dan mesti scroll 50+ subject. Gak scalable buat power user.
Fitur Audio Recording: Deal Breaker untuk Mahasiswa
Notability juaranya di sini. Bisa rekam dosen sambil nulis, dan playback-nya sinkron dengan tulisan lu. Klik kata “regresi linear” di catatan, audio langsung loncat ke detik itu. File audio bisa 40MB per jam, tapi kompresi-nya oke. Gue pernah rekam 3 jam kuliah, cuman makan storage 120MB.
GoodNotes 6? Gak ada sama sekali. Mereka bilang fokus ke “core writing experience”, tapi realitanya mahasiswa medis dan hukum butuh ini. Kerjaan gue yang butuh interview client? Ya gue paksa pake Notability atau pindah ke Notion.
OCR & Pencarian: Keduanya Canggih, Tapi…
Keduanya punya OCR (Optical Character Recognition) yang bisa baca tulisan tangan—bahkan cakar ayam gue. Tapi GoodNotes 6 punya live OCR pas nulis. Tulis “Meeting dengan Client A”, langsung bisa dicari tanpa perlu export. Notability harus wait a few seconds, baru index selesai.
GoodNotes juga bisa search di semua notebook sekaligus. Notability cuma bisa per-subject. Kalau lu gak inget mata kuliahnya mana, ya mesti search manual satu per satu.
Fitur Unik yang Bikin Beda
GoodNotes 6:
- Flashcards: Bikin flashcard langsung dari tulisan tangan. Gue pake buat hafal API endpoints, work like charm.
- Template Community: Ribuan template planner, journal, habit tracker gratis. File .goodnotes bisa di-share dan di-import.
- Tab Navigation: Bisa buka 3-4 notebook sekaligus dalam tab kayak browser. Mantap buat nyontek… eh, cross-check data.
Notability:
- Presentation Mode: Mirror ke TV/projector tanpa UI clutter. Tombol record, zoom, toolbar gak muncul. Keren buat ngepresentasi design.
- Math Conversion: Tulis rumus, di-convert jadi LaTeX. Akurat 85% buat matematika dasar, tapi gak reliable buat differential equations.
- GIF & Web Clip**: Bisa paste GIF animasi dan web clip langsung dari browser. GoodNotes cuma static image.
Pricing Drama: Subscription vs One-Time Purchase
GoodNotes 6 sekarang freemium. Gratis tapi cuma 3 notebook. Full version? Rp 129.000/tahun atau Rp 399.000 sekali bayar. Worth it kalau lu pake 3+ tahun. Sync via iCloud, Google Drive, Dropbox semua work flawlessly.
Notability? Subscription only: Rp 139.000/tahun. Gak ada opsi lifetime. Dan pernah crash pas sync ke iCloud—gue kehilangan 2 jam sketching wireframe. Backup manual di Google Drive? Bisa, tapi ribet: harus export PDF satu per satu.
WARNING: Notability pernah bikin gue kesel pas update besar-besaran. UI berubah total, toolbar dipindah, dan gak ada option revert. GoodNotes 6 lebih konsisten, update-nya iterative bukan revolutionary.
Performance & Storage: Real-World Numbers
Gue tes bikin notebook 100 halaman penuh tulisan + 50 gambar:
- GoodNotes 6: File size 45MB, load time 1.2 detik
- Notability: File size 78MB, load time 2.1 detik (karena audio index)
Notability lebih boros storage tapi lebih kaya fitur. GoodNotes lebih efisien, tapi ya itu—minimalis.
Kesimpulan: Pilih Berdasarkan Persona
Pilih GoodNotes 6 kalau:
- Lu mahasiswa kedokteran/hukum yang butuh struktur rapi dan flashcard
- Lu designer yang butuh banyak template dan tab navigation
- Lu benci subscription dan mau bayar sekali
Pilih Notability kalau:
- Lu mahasiswa teknik yang kuliahnya full rekaman dosen
- Lu sering presentasi dan butuh math conversion
- Lu gak masalah bayar tahunan demi audio sync
Gue pribadi? GoodNotes 6 jadi daily driver. Tapi Notability tetap install buat case khusus: interview client dan kuliah online yang butuh rekam. Kalau lu cuma mau satu, tanya diri lu: lebih sering cari file atau lebih sering dengerin audio? Jawabannya bakal nentuin semua.
| Fitur | GoodNotes 6 | Notability |
|---|---|---|
| Latency Pen | 23ms | 21ms |
| Nested Folder | Unlimited | 1 Level |
| Audio Recording | No | Yes + Sync |
| Price Model | Free / Rp129k/year / Rp399k lifetime | Rp139k/year only |
| Flashcards | Yes | No |
| Math Conversion | No | Yes |
| File Size (100 pages) | 45MB | 78MB |
Jadi, mana yang terbaik? Tergantung gaya kerja lu. Gak ada yang sempurna. Tapi kalau harus pilih satu untuk most people, GoodNotes 6 menang tipis karena fleksibilitasnya. Notability masih raja buat niche audio-centric. Sekarang, coba trial-nya masing-masing. Lu bakal tau dalam 30 menit mana yang “klik”.




