Pernah gak sih kamu merasa was-was setiap kali denger berita breach data? Bayangin aja, satu aplikasi jebol, semua password kamu terancam. Gue pernah di situ. Setelah LastPass kena breach besar-besaran di akhir 2022, gue langsung nyari alternatif dan jatuh hati sama 1Password. Tapi, apakah itu pilihan paling aman buat semua orang? Mari kita bedah.

Tangan mengetik di laptop dengan fokus pada ikon gembok dan password manager

Kenapa Memilih Password Manager itu Penting

Mengingat ratusan password tanpa tool itu gila. Banyak yang masih pakai spreadsheet atau—jangan shock—catatan di buku. Password manager nggak cuma nyimpen, tapi bikin password kuat otomatis dan ngisi form dengan cepat. Tapi kalau yang ngelola aja nggak aman, buat apa?

Pengalaman Pribadi: Dari LastPass ke 1Password

Gue pakai LastPass dari 2017. Enak, gratisannya cukup, auto-fill di Android lancar. Tapi breach Agustus 2022 itu game-changer. Vault-nya bocor. Meski terenkripsi, metadata kayak URL akun tetap kelihatan. Itu cukup buat gue panik.

Migrasi ke 1Password butuh 3 jam. Ribet? Sedikit. Tapi begitu nyaman, gue nggak pernah lihat belakang. Rasanya seperti pindah dari kosan murah tapi sering kecopetan ke apartemen dengan tiga lapis kunci. Beda kelas.

Bandingkan Security: Inti dari Pertanyaan “Aman”

Ini yang paling krusial. Kita nggak bicara fitur cantik, tapi soal nyawa digital kamu.

Arsitektur Zero-Knowledge

Kedua aplikasi pakai zero-knowledge architecture. Artinya, server mereka nggak bisa baca data kamu. Semua enkripsi terjadi di device. Tapi ada satu perbedaan besar.

1Password punya Secret Key. Ini kombinasi 34 karakter unik yang disimpan di device kamu. Kalau seseorang dapet file vault kamu, mereka butuh Secret Key + Master Password bukanya. LastPass cuma pakai Master Password. Ini bikin 1Password lebih resistant terhadap brute-force attack.

Baca juga:  Review Otter.Ai: Tes Akurasi Aplikasi Transkrip Rekaman Rapat Otomatis

Riwayat Breach dan Respons

LastPass: Breach 2022 itu parah. Hacker dapet vault backup yang berisi encrypted data dan metadata. CEO-nya ngaku, tapi responsnya lambat dan komunikasinya kabur. Trust-nya jatuh 90% buat gue.

1Password: Belum pernah ada breach yang mengakses vault pengguna. Pernah ada insiden kecil di 2023, tapi cuma affect beberapa developer dan nggak sampai ke data user. Transparansi mereka lebih baik, laporan incident detailnya publik.

1Password punya Bug Bounty Program yang bayar sampe $1 juta. LastPass juga punya, tapi anggepannya: perusahaan yang lebih percaya diri sama security-nya bakal kasih reward lebih tinggi.

Enkripsi dan Standar

Kedua pakai AES-256 bit encryption. Tapi 1Password juga pakai PBKDF2 dengan 100,000 iterasi secara default (bisa di-set lebih tinggi). LastPass? Dulu default-nya cuma 5,000 iterasi sebelum 2018. Vault lama yang belum update tetap pakai iterasi rendah, rentan.

Fitur Sehari-hari: Mana yang Lebih Nyaman?

Security bagus, tapi kalau ribet dipakainya, percuma. Gue coba breakdown dari kacamata user biasa.

Auto-fill dan Cross-Platform

LastPass punya auto-fill yang lebih agresif di Android. Nggak perlu buka aplikasi, langsung muncul di keyboard. Tapi kadang malah numpuk notifikasi.

1Password butuh sedikit setup: aktifkan Autofill Service dan beri aksesibilitas. Setelah jalan, lebih smooth dan nggak ganggu. Di iOS, keduanya pakai Face ID/Touch ID dengan cepat.

Pemenang: Seri. LastPass lebih gampang awal, 1Password lebih halus lama-lama.

Travel Mode dan Vault yang Lebih Cerdas

Ini fitur eksklusif 1Password yang bikin gue jatuh cinta. Travel Mode bisa menghilangkan vault tertentu dari device saat kamu lewat imigrasi. Vault “Personal” tetap ada, tapi “Work” atau “Confidential” bisa di-hide sementara. Buat digital nomad atau pebisnis, ini priceless.

1Password juga punya Multiple Vaults dengan permission terpisah. Bisa share vault kerjaan tanpa harus share password Netflix. LastPass punya Shared Folders, tapi lebih kaku dan nggak ada travel mode.

Baca juga:  6 Aplikasi Budgeting (Pencatat Keuangan) Rupiah Terbaik Untuk Gaji Umr

Harga: Apa yang Kamu Dapatkan?

LastPass pernah jadi raja gratis. Sekarang? Gratisan cuma di 1 device. Mau sync di PC + HP? Bayar. Plan Premium-nya $3/bulan.

1Password nggak ada versi gratis. Plan Individual $2,99/bulan. Family (5 user) $4,99/bulan. Tapi semua fitur unlock dari day one. Nggak ada paywall untuk security feature.

Fitur1PasswordLastPass
Harga Individual$2,99/bln$3/bln
GratisTidak adaTerbatas (1 device)
Family Plan$4,99/bln (5 orang)$4/bln (6 orang)
Travel Mode
Secret Key

Untuk business, 1Password Teams $19,95/bln untuk 10 orang. LastPass Teams $4/user/bln. Tapi 1Password punya Advanced Protection yang lebih granular.

Kekurangan Masing-masing: Jujur dari Pengguna

Gue nggak akan bohong, nggak ada yang sempurna.

Kekurangan 1Password:

  • Setup awal lebih rumit. Secret Key harus disimpan aman. Kalau hilang, recovery-nya susah.
  • Nggak ada versi gratis buat coba-coba. Harus langsung commit.
  • Beberapa website legacy auto-fill-nya agak ngambek.

Kekurangan LastPass:

  • Breach history-nya merusak trust. Sekuriti jadi tanda tanya besar.
  • Free tier-nya sekarang terlalu terbatas, hampir paksa upgrade.
  • UI-nya terasa kuno dan lambat di desktop app.
  • Customer support sering dihajar komplain di Reddit.

Kesimpulan: Rekomendasi Berdasarkan Profil

Pilihan tergantung kamu siapa dan apa prioritas.

Pilih 1Password kalau: kamu pekerja profesional, business owner, digital nomad, atau yang breach history adalah dealbreaker. Security-nya lebih robust dan fitur kayak Travel Mode beneran berguna. Harganya sebanding dengan ketenangan pikiran.

Pilih LastPass kalau: kamu user casual, butuh yang murah dan gampang, atau sudah terlanjur nyaman. Tapi gue sangat sarankan langsung upgrade ke Premium dan aktifkan 2FA dengan Yubikey. Jangan pakai free tier.

Pilih alternatif lain kalau: kamu open-source enthusiast, coba Bitwarden. Tapi itu bahasan lain.

1Password menang di security dan fitur advanced. LastPass kalah di trust tapi masih menang di simplicity untuk pemula. Kalau ada budget $3/bln, pilih 1Password tanpa pikir panjang.

Gue pribadi sekarang pakai 1Password Family. Istri, adik, bahkan bokap ibuk pakai dengan nyaman. Migrasi butuh effort, tapi 3 jam itu investasi untuk tahun-tahun aman. Pilihan ada di tangan kamu. Yang penting, stop pakai “password123” sekarang juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

5 Aplikasi Scanner Dokumen Terbaik Di Hp (Hasil Jernih Tanpa Watermark)

Pernah nggak sih lo scan dokumen penting pake HP, eh ternyata hasilnya…

8 Ekstensi Google Chrome Untuk Produktivitas Yang Wajib Diinstall Karyawan

Pernah nggak sih kamu habis buka Chrome cuma buat cek email, tapi…

Review Zoom Meeting Gratisan: Masalah Batas Waktu 40 Menit Dan Solusinya

Bayangin lagi asik meeting online, diskusinya seru, semua orang fokus, terus tiba-tiba…

6 Aplikasi Budgeting (Pencatat Keuangan) Rupiah Terbaik Untuk Gaji Umr

Gaji UMR turun, tapi tagihan naik terus. Akhir bulan? Dompet kering, rekening…